Sinopsis Silsila Badalte Rishton Ka episode 28 bag 2


Loading...
Sinopsis Silsila Badalte Rishton Ka episode 28 bag 2. Nenek menanyakan gelar sarjana Sweety. Sweety menjawab, "jurnalis nek. kenapa?" nenek menyahut cepat, "itu sebabnya kau suka membuat berita tentang orang lain." ibu mertua tersenyum mendengar sindiran nenek. nenek mengingatkan tentang hobby wartawan, yang suka membuat berita bahkan ketika tidak ada berita.  Sweety menyakinkan nenek kalaudia melihat dengan mata kepala sendiri. Ibu menyergap, "mata yang sama yang kau gunakan untuk menonton opera sabun setiap hari itu kan?" nenek menyuruh Sweety browsing internet dan melihat bagaimana dunia telah berubah.

Sweety heran, "apa hubungannya internet dengan ini? Pernikahan itu harunya terdiri dari seorang suamid an seorang istri, tidak boleh ada tempat untuk orang ketiga." ibu memberitau Sweety kalau ada teman yang tinggal di rumah sepupunya selama lima tahun dan tidak terjadi apa-apa, "bahkan sekarang dia telah menikah lagi..." Sweety berbisik, "bibi, mungkin dia tidak secantik nandini." nenek protes, "apa kau pikir Mauli tidak cantik? atau Kunal lelaki semborono?"

Sweety menyangkal, "mengapa pula aku berpikir begitu? Aku hanya..." Nenek memotong, "FYI..." Sweety tak paham, "apa?" nenek berteriak, "For Your Information, generasi sekarang sangat cerdas, mereka tahu apa yang benar dan apa yang salah. Kau juga harus berpikir modern. gara-gara duduk di rumah kau jadi OF.." Sweety heran, "apa OF?" Nenek menyahut cepat, "Old Fashioned.." Sweety berkata, "apapun itu nek, pernikahan punya aturan emasnya, kau akan mendapat celaka begitu kau mengalihkan tatapanmu." nenek menyuruh Sweety membenahi tatapannya, sebelum membenahi tatapan orang lain. Ibu mertua tersenyum. Sweetymerajuk, "terserah dirimu lah. Kau lebih tua dariku." tanpa pamit, Sweety beranjak pergi. Nenek menggodanya, "besok datang lagi yaa Sweety... dengan cerita baru." Ibu dan nenek saling padang sambil tersneyum geli. nenek berkat akalau bergosip itu sangat menyenangkan. Lalu nenek teringat perseteruannya dengan ibu, dan kembali memasang wajah masam. 

Kunal, Mauli dan Nandini berdiri diepan stal Galgappe. Kunal menantang nandini untuk lomba makan pani puri. Mauli memberitahu kunal kalau tak mungkin bagi dia mengalahkan nandini, karena nandini juara makan pani puri di lucknaw. Kunal mengaku kalau saat kecil dia pernah melihat lomba makan pani puri, jadi dirinya sangat paham dan akan mengalahkan nandini. Nandini berkata, "kunal, kau akan kalah..." Kunal menggeleng, "tidak akan nandini.." Lalu mereka mulai berlomba. Nandini dan Kunal memakan panipuri satu persatu. Mauli menyemangai keduanya.

Ibu Mauli dan Mayank melihat keduanya dari jauh. Mayank mengajak ibu menghampiri Mauli untuk menyapanya, tapi ibu tidak mau. Ibu Mauli sangat kesal pada Mauli yang punya banyak uang untuk membeli apapun, bahkan untuk mengajak Nandini keluar tapi tak mau memberi pinjaman untuk bisnis Mayank. Mayank menenangkan ibunya. Ibu Mauli mengajak Mayank pergi.

Dan nandini memenangkan kompetisi makan pani puri dan Nadnini memenangkan kompetisi. Kunal dengan wajah kesal protes,"kalian seharsunya melihat ukurannya bukan hanya jumlahnya. AKu dapatyang besar, sementara dia dapat yang kecil..." Mauli menertawakan Kunal, "Kunal Malhitra, kau sudah kalah. Akui saja!" Kunal tak mau mengaku kalah, "kenapa? AKu juaranya. Coba tanya nenek dan ibu.." Mauli memaksa, "akui saja, sekarang juara laucknow telah mengalahkan mu..." Kunal mengambil jalan tengah dan memberi gelar pada nandini sebagai Miss Golgappa. Semua setuju. 

Kunal bertanya, "apa selanjutnya?" Mauli dan nandini mengulurkan tanganya. Kunal heran, "apa ini?" Mauli menjawab, "hadiah. hadiah kami.." Nandini menunjuk uang cash. Kunal memutar bola matanya, "ya tuha. AKu sedang dalam masalah..." lalu dai tesenyum dan berlari pergi. Mauli dan nandini mengejarnya.

Mauli menangkap kunal. Merekabercanda dengan mesra. Nandini menatap keduanya dengan senyum simpul. Ada tatapan sedih di matanya saat membandingkan kebahagian sahabatnya dan kesedihannya sendiri. Mauli melihat permainan tembak balon. Kunal berlari dengan gembira kearah permainan itu. Mauli menyuruh Kunal melawan nandini. Kunal bertanya apakah nandini juga juara di permainan itu? Nandini menggeleng, "tidak. tapi aaku sering melempar buah dengan batu, dan aku sangat bagus dalam mencapai sasaran.." Kunal menyerah dan menyuruh Mauli mensuppor nandini dengan kesal. Mauli menolak,"kita satu tim sekarang.." Kunal gembira, benarkah? Baiklah, kita mulai..."

lalu Kunal menembak dan berhasil. nandini mencoba peruntungannya dan gagal. Kunal mencoba lagi dan berhasil mememangkan hadiah. Dia memilih boneka beruang warna merah. Penjual memberikannya pada Kunal. anak-anak menertawai Kunal. Kunal memberitahu mereka kalau itu bukan untuk dirinya, tapi untuk istrinya. Kunal memberikan boneka itu pada mauli. Kunal memeluk Mauli dan mengajaknya pergi, "ayo nandini..." Nandini tersneyum simpuldan mengikuti mauli dan Kunal.

Mauli dan nandini bergandengan tangan. Mereka melihat kedai henna. Mauli mengajak nandini memasang Hena. nandini menolak. Mauli membujuknya, "kenapa? AKu juga ingin memakainya. Apakah kau lupa kalau dulu kau sangat suka memakai henna saatbulan purnama?" Nandini mengiyakan, "tapi tidak lagi, karena rajdeep alergi dengan aroma Henna..." Mauli mengucapkan selamat, "sekarang kau tak perlu merisaukan papakh orang lain suka atau tidak suka. Sekarang kau akan melakukan apapun yang kau suka..." Mauli menyuruh Nandini menambahkan tentang henna di daftarnya demi Mauli. Nandini setuju.

lalu Mauli memasang henna terlebih dahulu. Kunal datang dan terlihat senang, dia menyuruh mauli menambahkan inisial namannya di telapak tangan Mauli. Mauli menolak, "tak ada tempat untuk huruf." Kunal herna, "tak da tempat? jadi aku tak punya tempat?" Mauli menyahut kalau tempat Kunal adalah di hatinya, "bagaimana aku menunjukkannya di telapak tanganku?" Kunal mengingatkan tentang tato nama Mauli di jarinya. Mauli menjawab, "tapi kau melakukan itu dengan keinginanmu sendiri. jadi biarkan aku melakukan sesuai keinginanku.." Kunal dan nandini tertegun. Mauli menyuruh Kunal melihat design Henna nya yang Indah. Kunal menolak, "aku tak mau berada di tempat yang tidak punyaruang untukku.." Lalu Kunal beranjak pergi.

Nandini hendak mengejarnya. Mauli melarangnya, "daduk saja. Jangan terpengarh oleh kelakuan cari perhatiannya.." Nandini menegur Mauli karena membohongi Kunal, "kau sudah membuat huruf K dai tanganmu, kenapa tidak memberi tahunya? Kau membuat dia marah. Kenapakau menyakitinya?" Mauli meminta Nandini tidak memarahinya, "aku hanya bercanda. Aku akan membujuknya dan akan segera kembali.." lalu mauli pergi.

Nandini memasang henna di tanganya. Tiba-tiba dia mendengar seseorang memanggil Rajdeep. Nandini menarik tanganya dengan kaget. Dia menatap sekeliling ketakutann. Nandini bergegas bangkit dan berlari pergi. Tapi seseorang menarik sarinya. nandini terperanjat ketakutan...

Bagikan :
loading...
Back To Top