-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga terhibur...

loading...

Sinopsis Silsila Badalte Rishton Ka episode 16

Sinopsis Silsila Badalte Rishton Ka episode 16. Mauli sayik bicara degan nenek di telpon. Nandini sangat cemas, "ya tuhan, bagaimana caraku menghentikan Mauli?" Nandini Coba mencari jalan keluar. Mauli masih asyik menelpon. Segerombol anak mudah saling tegur sapa di depan Nandini dan menghalangi tatapannya ke Rajdeep. Ketika gerombolan itu menyingkir, Nandini tidak melihat rajdeep hanya Kunal.

Kunal melihat nandini dan Mauli. Kunal tersenyum gembira dan menyapa Nandini, "hai Nandini, kau ada di sini? Barusan Rajdeep pergi untuk mencarimu." Nandini menatap sekeliling. Mauli memintatas belanjaanya. Kunal memberikan tas belanja pada Mauli. Mauli mengeluarkan kotak saree dan memberikannya pada Nandini, "Nandini, lihat ini. Kami membelikan sare untukmu." Nandini meneirma hadiah itu dengan wajah gembira meski sedikit tertegun.

Mauli memberikan tas lain pada kunal. Kunal menerima tas itu sambil bercanda, "wow! Sari untukku juga? Trim, sayang.." Mauli menyela, "haha..lucu sekali. Ayo lihatlah!" Kunal cepat-cepat membuka hadiahnya. Kunal heran, "Gymsuit?" Mauli memberitahu Kunal kalau dia telah mendaftarkan mereka berdua di Gym. Kunal mengejek manis, "jadi ini idemu untuk sebuah hubungan yang sehat?" Mauli mengulang bahasa Isyarat kunal. Dengan manja Kunal protes, "jadi sekarang kau membuatku bekerja keras di Gym juga?" Mauli tak mengubris dan menyuruh Kunal memberikan hadiahnya.

Kunal menyodorkan hadiahnya yang segera di buka Mauli dengan antusias. Dia terperanjat bahagia saat melihat hadiahnya adalah parfum beraroma melati, "melati? Kunal bagaimana kau bisa tahu? Sayang, ini parfum favoritku..." Kunal ikut kaget, "benarkah?" mauli membeirtahu Kunal kalau dirinya sudah lama tak memakai parfum aroma melati. Dia merangkul Nandini sambil berkata, "poarfum ini juga meninggalkan hidupku ketika nandini pergi." Nandini tersenyum haru. Kunal menatap Nandini penuh kekaguman. Mauli berkat akalau parfum melati selalu membuatnya teringat Nandini.

Lalu Mauli mengucapkan terima kasih sambil memeluk Kunal, "terima kasih banyak sayang. Hadiahmu paling bagus." Kunal meminta Mauli tidak berterima kasih padanya, tapi pada wanita penjual parfum yang telah memberinya rekomendasi. Nandini tersneyum simpul mendengarnya. Mauli menatap nanadini, "lihat nandini, parfum ini kembali dalam hidup kita, ketika kau kembali." Nandini tersenyum. Mauli merasa kalau semua yang terjadi seperti mimpi yang Indah.

Rajdeep datang dan mengajak Nandini pergi tanpa pamit pada Mauli dan Kunal. Mauli menahan Rajdeep, "Rajdeep, tinggallah lebih lama. Ayo kita minum kopi.." Rajdeep menolak karena dia ada pertemuan penting dan Nandini harus bersiap. Nandini mengiyakan. Rajdeep minta maaf dan mebarik tangan nandini. Mauli meneriaki rajdeep, "hati-hati rajdeep! kau harus menjaga Nandini dengan baik di masa seperti ini." Nanadini terlihat cemas. Rajdeep menjawab, "aku selalu menjaga Nandini dengan baik. Tanyalah padanya. Nandini beritahu dia!" 

Nandini berbohong, "ya, Rajdeep selalu menjagaku dengan baik. AKu pergi dulu.." rajdeep menarik tangan Nandini, "ayo!" Mauli menahan tangan Nandini, "oh Nandini, jangan lupa meminum suplemen mu ya. Dan banyak-banyak istirahat..." Nandini memotong ucapan Mauli, "seperti kubilang, aku akan melakukan semuanya. Kita bertemu lagi nanti.." mauli tersenyum gembira merski merasa berat untuk berpisah, "bye.."

Rajdeep segera menarik Nandini untuk pergi. Dia bertanya pada Nandini mengapa Mauli menyuruhnya berhati-hati dan minum suplemen? nandini menjawab, "dia pikir, aku keracunan makanan. Dia menyuruhku minum vitamin karena menurutnya kau terlihat lemah." Rajdeep melarang nandini memperdulikan ucapan Mauli, "mereka itu bodoh. Mereka merawatsemua orang dengan gratis. Mereka pikir mereka adalah doktor yang punya prinsip."

Rajdeep dan Nandini masuk kedalam mobil. Nandini memasang sambuk pengaman dan rajdeep mengomel kesal, "tahukan kau kalau Mauli dan suaminay yang doktor itu persis seperti dirimu? Mentalitas mereka sangat buruk, "Kunal lebih mirip pekerja yayasan daripada dokter. Aku akan mednirikan Pathlab, bukan yayasan. Lihatlah, meski merek dokter yang hebat, mereka berada di kelas menengah. Kupikir, aku membuang-buang waktuku..." lalu rajdeep melarang nandini akrab dengan mauli dan Kunal, karena itu sama saja dengan membuang-buang waktu, "orang datang ke kokta besar untuk agar terkenal dan banyak uang. Mereka seharusnya pergi ke desa jika mereka perduli dengan kerja sosial. AKu ingin membuat uang, tapi mereka tidak mau.  AKu tak mau perduli dengan mereka lagi.."

Kunal dan Mauli juga dalam mobil dan sedang melaju di jalan raya. Kunal mengakui secara jujur pada Mauli kalau pertemannya dengan Nandini sangat baik, "kalian bisa bicara satu sama lain. Tapi memberi rajdeep harapan adalah tidak benar. Karena itu aku memberitahu dia semuanya. AKu harap dai mengerti dan akutidak merasa buruk." mauli juga berharap begitu, "dalam 8 tahun ini, mungkin Rajdeep telah berubah. Sensitivitas angat di perlukan untuk menjaga bayi." Kunal menatap Mauli dengan heran, "anak? maksudmu, dia ..." Mauli bertepuk gembira, "ya. nandini sedang hamil.." Kunal ikut bahagia, "bagus sekali..."

Mauli berkata kalau dirinya sangat gembira, "jika Rajdeep dan nandini akan punya anak, itu artinya mereka bahagia. Segalanya baik-baik saja. AKu rasa, aku cemas tanpa alasan." Mauli membeirtahu Kunal kalau dirinya telah memberi tahu Nandini kalau nanti dia yang akan membantu persalinannya. Kunal tertawa, "kau memberitahunya atau memerintahkannya? memangnya kau akan membiarkan dia pergi kedokter lain?" Mauli menyahut cepat, "tentu saja tidak akan. Aku tidak akan meninggalkan Nandini sendirian sekarang.."

Sementara Rajdeep telah melarang nandini menemui Mauli lagi. Karena perteman mereka tidak menguntungkan. Nandini kaget, "tapi, Mauli temanku. Dan aku.." Rajdeep memotong cepat, "kalau dia teman, lalu aku ini siapa? Apakah kau akan membantah aku? Kau mulai banyak bicara setelah ku sebut namanya." rajdeep tidak melarang Nandini berteman dengan Mauli, tapi dai mengharuskan nandini memilih, dirinya atau mauli. Nandini kaget.

Mauli berkata kalau hari mereka sangat mengesankan. Kunal menyahut, "hari belum berakhir sayang. Kita masih harus menikmati senja yang indah dengan kejutan yang hebat.." Mauli heran, "kejutan? Kejutan apa?" Kunal mengelak, "kalau kuberitahu, bukan kejutan lagi namanya..." Mauli meminta clue. Kunal tetaptrak mau memberitahu.

Kunal menuntun Mauli memasuki sebuah taman dengan matatertutup. Mauli penasaran, "sayang, kau membawaku kemana?" Kunal menyuruh Mauli hati-hati, "kemanapun kita pergi, kita akan selalu bersama." Mauli berkata kalau dia mendengar suara air mancur. Kunal bertanya, "apa kau ingin tahu?" Mauli mengangguk. Kunal membuka tutup mata mauli, "lihatlah.." Mauli terperanjat bahagia, "sayang? kau bercanda? Setelah 6 tahun, kita kembali kesini?" Kunal bertanya, "kencan pertam akita. Kau ingat?" Mauli mengangguk, "tentu saja!

Mauli menunjukan bangku tempat dia dulu biasa belajar. Kunal menunjuk tempat di mana dia dulu biasa berdiri menatap Mauli. Mereka mengingat semuanya. Saat kunal bertanya baju apa yang di apakai di kencan pertama mereka, mauli menjawab dengan lancar. bahkan mauli ingat kalau Kunal menyembunyikan setangkai mawar di sakunya tapi tak pernah memberikan padanya. Kunal menjawab kalau dia gugup. Mauli balik bertanya, "baju apa yang kupakai di lencan pertama kita?" Kunal menajwab, "gaun polka dot hijau.." 

Mauli memuji Kunal karena memiliki ingatan kuat. Kunal bangga. Tapi mauli lalu meralat, "tapi aku tidak pernah baju seperi itu." Kunal kaget, "kalau begitu siapa? Pooja...? Oh ya,, itu baju pacar pertamaku.." Mauli mengejar, "Siapa pacar pertamamu? siapa Pooja?" Lalu keduanya terlibat kemesraan tiada tara. keduanya menjatuhkan diri di sofa. Kunal menindih mauli. Mauli melarang Kunal berhenti. Kunal mencium mauli dan mencumbunya.. keduanya terlihat sangat bahagia.

Rajdeep memasuki klub malam sambil menggandeng nandini. Nandini terlihat tidak selesa dan tegang. Rajdeep merasa senang berada di lingkungan para dokter, karena pasti akan ada pesta menarik setiap harinya. Rajdeep melirik nandini yang tegang. Dia membantin, "ya tuhan.. semoga dai tidak merusak rencanaku. AKu harus memberinya penjelasan."

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode