-->

Hai !!! Selamat membaca..! Semoga terhibur...

loading...

Sinopsis Silsila Badalte Rishton Ka episode 15 bag 2

Sinopsis Silsila Badalte Rishton Ka episode 15 bag 2. Rajdeep memanggil seorang sales. Sale situ bertanya, "ya, tuan? Kenapa Anda memanggil saya?" Rajdeep berkata kalau dia menyukai kinerja wanita itu. Rajdeep bertanya usianya, "berapa usiamu?" Gadis itu menjawab, "baru 25 tahun." tajdeep menduga kalau gadis itu berusia 18 tahun. Si gadis tersipu malu. Rajdeep memberitahu si gadia kalau dia akan membuka Pathlab dan memberikan mencatatkan no telponnya di Andro gadis itu, "jangan lupa untuk menelponku, ku rasa kau sangat  cocok untuk bekerja di kantorku." Si gadis pergi dengan wajah berbunga-bunga.

Rajdeep menatap sekeliling dan kaget saat melihat Mauli, "Mauli? Datang darimana dia? Kalau dia melihatku, dia akan membuatku gila dengan perntanyaanya tentang nadini...nandini kemana.. nandidni kemana?" Lalu dia melihat nandini, masih bergaun hitam yang sexy. Nandini melihat rajdeep dan dengan senyum bahagia bergegas menghampirinya. Rajdeep binggung. Nandini dan Mauli tidak saling lihat. Rajdeep melambaikan tangan kearah Mauli, "hai Mauli..." Mauli balas menyapa rajdeep, "hi..." Mauli menghampiri Rajdeep.

Sebelum Mauli sempat bertanya, rajdeep memberitahu mauli kalau Nandini sedang shopping dan dia mengikutinya. Mauli mengangap itu sebuah kebetulan. rajdeep tidak setuju, "semua wanita sangat suka belanja. lalu bagaimana bisa kebetulan?" lalu Rajdeep menyombongkan diri tentang Nandini yang tidak pernah puas belanja. Kunal datang dan menghampiri Rajdeep dan Mauli. Rajdeep menyebut kalau pertemuan mereka adalah sutau kebetulan, "sehari kita bertemu dua kali.." Mauli menyerhakan belanjaanya pada Kunal dan pamit untuk ke toilet. Kunal melarangnya, tapi Mauli memaksa.

Mauli hendak keluar dari toilet ketika dia mendengar suara seseorang muntah-muntah. Mauli dan semua yang ada di toilet merasa heran. Mauli menegur, "apakah kau baik-baik saja?" Nandini mengenali suara Mauli. Waniat lain memberitahu Mauli kalau Nandini sudah lama dalam toilet, "seperinya dia tidak sehat.." Nandini membuka pintu perlahan. Mauli kaget, "nandini..." Nandini beranjak ke wastafel dan mencuci tanganya. Mauli dengan cemas bertanya apakah dai baik-baik saja. nandini tidak menjawab.

Rajdeep mengajak Kunal bicara bisnis.Kunal memberitahu rajdep kalau dia mendapat pekerjaan baru dan akan mulai bekerja besok. Rajdeep meminta alamat tempat praktek Kunal dan menawarkan untuk membuka Path Lab tepat di depan klinik tersebut. Kunal memberitahu Rajdeep kalau dirinyatidak merasa yakin dengan proposal yang di tawarkannya. Karena sebagai Dokter, Kunal ingin memberi pasiennya kebebasan untuk melakukan test medikal dari lab yang murah, "kami ini dokter, bukan pebisnis yang menjarah pasien.." Rajdeep berkata kalau semua doktor melakukan itu." Kunal menyangkal, "tidak semua. Aku dan mauli tidak seperti itu..." Lalu Kunal menceramahi Rajdeep tentang kemanusiaan dan bahwa dokter harus punya nurani. Rajdeep sadar kalau dirinyatelah di bodohi oleh Kunal dan Mauli.

Mauli membimbing Nandini kesebuah bangku dan menyuruhnay duduk. Sementara mauli menanyai Nandini dengan cemas, Nandini hanya diam mendengarkan sambil tersenyum tipis. Nandini mengambil tangan Mauli dan menempelkan ke perutnya. Mauli barus adar apa yaang ingin dikatakan Nandini, "kau hamil?" Nandini mengangguk. mauli sangat gembira dan memeluk Nandini berulang-ulang. Nandini menangis haru. Mauli mengingatkan nandini kalau ini adalah yang nandini harapkan sejak dulu, "seorang suami dan anak..." Nandini mengiyakan. Mauli bertanya apakah Nandini sudah berkonsultasi dengan dokter? Mauli tak perduli siapadokteritu, sejak saat ini, dialah yang akan menjadi dokter nandini. Nandini memberitahu Mauli kalau belum ada yang tahu tentang kehamilannya dan Mauli adalah yang pertama. 

Mauli dan mauli berjalan sambil bergandengan tangan di koridor. Mauli melihat toko baju bayi. Dia sangat antusias, "nandu, lihatlah... bajunya lucu-lucu.." nandini mendekat dan tersneyum melihat reaksi Mauli. Nandini memberitahu Mauli kalau dia ingin anak perempuan. Mauli mengiyakan, "aku setuju. Dia harus seperti dirimu.." Nandini menyahutcepat, "tidak. Dia harus seperti dirimu. Berpendidikan, pintar, mandiri dan tidak kenal takut.." Mauli tertegun mendengar ucapan Nandini, "Nandini, semua baik-baik saja kan?" nandini mengangguk cepat, "semuanya baik-baik saja..."

Lalu Kunal menelpon. Mauli berkata kalau dia akan kembali ke kunal secepatnya. Mauli mengajak Nandini menemui Kunal, karena Rajdeep juga ada di sana. Nandini kaget, "Rajdeep juga ada di sana?" mauli mengangguk, "iya, ayo..." nandini terlihat cemas. Nandini berniat untuk mengehntikan Mauli dari memberitahu Rajdeep tentang kehamilannya. mauli menarik Nandini yang melamun, "Nandini... ayolah!" Lalu keduanya berjalan bergandengan tangan.

Dari arah depan mereka muncul Kunal dan rajdeep. Nandini sangat cemas melihat rajdeep. Dia ingin meminta Mauli agar tidak memberitahuRajdeep kalau dirinya hamil. Tapi belum sempat dia bicara, telpon mauli berderinhg, nenek yang menelpon. Mauli bicara di telpon. Nandini coba bicara pada mauli dengan memegangi tanganya, Tapi mauli tidak mengubrisnya. Sementara rajdeep dan Kunal semakin dekat. Nandini sangat cemas....

Penulis

Popular Posts

Daftar Episode